Rabu, 20 Maret 2013

SURAM

SURAM
Karya Anugrah Soong

Suram,
yang terucap dibibirku
Suram,
terhias di pikiranku
Suram,
mengoyak hatiku

mengapa tidak,
disaat kotaku diserbu
oleh segerombolan badai debu
menghempaskan sepasang bola mata
Mengapa!
Jalan-jalanan kotaku
Telah terkepung oleh bandit-bandit
Lubang yang Menganga
Disaat terjepitpun kau memanggil Sang Penyubur,

Hai Hujan!
Mangapa kau serbu kotaku
Dengan jutaan anak panahmu
Hingga kau menenggelamkan kotaku

Aku pilu,
Aku tertatih,
Mengapa masa depan kotaku yang suram

Selasa, 19 Maret 2013

KEMBANGLAH LAYARKU


KEMBANGLAH LAYARKU
Oleh : Wahyu Al Hidayat
Berdiri,
berdiri di hulu kapalku!
Pandang,
pandang pelabuhan-pelabuhan di tepi!
Orang-orang melambai,
menyorakimu dari atas dermaga.
Butiran air mata yang tersedu itu,
Jangan buat berat dipundakmu!
Jangan menyurutkan air pasang itu!

Orang di tanah baru telah mengundangmu,
disuguhkannya  hidangan bagi seleramu.
Masih berlikukah kesedihan darimu?
Inginkah kau buka celah bagi mereka?

Lekas,
lekaslah masuk ke bilik kapalku!
Semua cita-cita telah dipanggil jiwanya.
Menundukkan kepala dalam segala rasanya.
Akan kuperintahkan angin meniup layar.
Kembang,
kembanglah layarku!


                                                                                                                                                                 

Senin, 18 Maret 2013

JERITAN SANG AURAT

JERITAN SANG AURAT
Karya : Rosita Azzahra Altafunnisa

Aku bangga pada mereka yang menutupiku
Aku bangga pada mereka yang melindungiku
Bahkan aku sangat bangga
Jika aku tertutup selalu...

Namun...
Aku sedih, marah, dan Kecewa
Aku ini bukan barang pajangan
Aku ini bukan barang pajangan
Aku juga bukan barang pameran

Aku malu dijadikan sesuatu yang dibanggakan
Tak pernahkah mereka mengerti perasaanku
Mereka yang membukaku
Tak pernah mau mendengar tangisku
Tak pernah mau mendengar ceritaku

Bahkan kala aku menjerit
Tak ada yang peduli
Hanya muslimah saja
Yang bisa menjagaku
Mendengar semua keluhanku..

Hai wanita-wanita dunia
dengarkan jeritanku..

INGATKU TENTANGMU

INGATKU TENTANGMU
Karya Rosita  Azzahra Altafunnisa

Abah..
kala angin mendesir di lubuk hati
Aku teringat akan rupamu
membuatku ingin mengalirkan
mutira bening dipipi ini..

Abah..
kala diri ini terjatuh di hamparan sajadah
aku teringat akan saat indah sholat bersamamu
aku tersimpuh dihadap-Nya
berharap dia selalu menjagamu..

Abah..
aku rindu masa kecilku..
dimana aku bisa memelukmu
kau berikan aku dekapan hangat
penuh cinta dan ketulusan..

Abah..
kini aku telah dewasa
hidup jauh darimu sering membuatku luka
luka karena rasa rindu yang membara
luka karena aku takkan bisa mengungkapkannya
Abah..
Kadang aku menangis
Teringat akan kesalahanku padamu
Aku yang belum bisa bahagiakanmu
Aku yang selalu menjadi beban dihidupmu
Abah...
Dengarkan aku
Selalu ada kata cinta untukmu
Yang terpendam dihatiku
Yang kan ku simpan hingga
Tuhan memanggilku..

Minggu, 17 Maret 2013

BELENGGU PELANGI


BELENGGU PELANGI
Karya Panji Asuhan

Masalah selalu datang tak pernah pergi
menghantui pikiran dan batin
serta jiwa yang semakin memudar
juga badan yang semakin melemah
buatku tak berdaya

Ingin ku berteriak
meronta
meminta pertolonganmu ya tuhan..
aku mohon lepaskan
hilangkan belenggu yang tertancap di dalam raga
aku mohon cabutlah tuhan

Berikan aku kemudahan jalan tuhan
ku tahu kau ingin menaikkan derajatku dengan cobaanmu
ku tahu Engkau ingin jadikanku seperti pelangi
yang muncul mengindahkan langit setelah awan murung melanda

bila esok hari aku harus berhenti..
hentikanlah aku dengan baikmu tuhan..
ku tak mau kan seorang menangisiku..
dan pendam aku di tanah kasarmu, hingga tiada jejak hidupku..

Rabu, 13 Maret 2013

PATAHAN RINDUKU

PATAHAN RINDUKU
Karya Nella Putri Giriani

buat : EW

Ketika sisa sepiku disapu sudut mata
menertawakan puisi yang diletup pelor ayah ibumu
telah punah mereka kunyah bersama
tertanggallah gemanya bergaung cinta
tinggal kemarau namun membasahi bumi berkepanjangan

Sekali ini raga hati luka
gema itu menjulang menikam awan
sebuah gerimis jatuh tengkurap dibumi jingga
Hei, aku tenggelam dalam-dalam rinduku
lantaran hari-hariku lenggang kosong tanpa gemontangmu

Kau teramat amat kucinta
Pria yang senantiasa membakar desah-desah nafasku
menggurat air mata menjadi muara neraka
Hei, aku tenggelam lagi dalam-dalam rinduku
lantaran kau, bajingan yang teramat-amat kucinta

Jeritku membelah cakrawala
patahan rinduku berarak arak ingin tersenyum
namun tetap saja nampak murung
Lantaran kita telah mati
dan bangkainya dikoyak ibumu

MISTERI TUHAN


MISTERI TUHAN
Karya Panji Asuhan

Siang nan mencekam
Mencekik peraduan hati
resah gelisah merasuk jiwa
hingga takkan ada nyawa

Aku terhenyak
tersadar dalam kesepian
Menggiring ku ke lembah duka…

Kini aku menyadari
Hatimu tak selurus aku

bahkan tiada kata mesra yang terngiang di hati…

Misteri…
yang hanya menyatukan..
Keyakinan..
yang hanya mensucikan hati

Kita takkan tahu, hanya tuhanlah yang tahu..
arti dari segala kekacauan jiwa..